HOM (Hari Orang Miskin) adalah kegiatan kunjungan kepada orang miskin yang dilakukan oleh para frater Novis CM di Malang. Frater novis CM yang sekarang berjumlah 7 orang ini setiap hari minggu pagi sampai siang mengunjungi orang-orang miskin yang ada di kota Malang. Ada yang diberi tugas mengunjungi pengemis di alun-alun kota, pemulung yang tinggal di bawah jembatan sungai Brantas, dan anak-anak jalanan yang mengamen dan menjual koran di perempatan jalan.
Tujuan kegiatan ini bukan untuk mengisi acara seminari, tetapi untuk belajar melayani dan mencintai orang miskin. Sejak awal masuk Seminari Tinggi CM, para frater diajak untuk mempunyai kontak dengan orang miskin, mengenal situasi konkret orang miskin, mengetahui sebab-sebab kemiskinan, dan membiarkan diri dipenuhi dengan kasih Kristus untuk mencintai orang miskin. Dari sejumlah kontak dengan orang miskin, mereka tahu betapa orang-orang miskin itu tidak selalu menyenangkan, sabar, tekun bekerja, pasrah, dsb. Orang-orang miskin itu juga bau, kasar, selalu menuntut, malas, tidak tahu terimakasih, dsb. Bagaimanapun situasi hidup orang miskin, mereka harus memandang orang miskin sebagai majikan yang harus dilayani bukan karena uang, tetapi karena cinta.
Di samping sebagai majikan, orang-orang miskin itu guru. Mengapa? Kebutuhan dan situasi hidup mereka mengatakan kehendak Allah kepada kita. Mereka menunjukkan pedihnya kemiskinan. Dan mereka mengajari kita bagaimana menghadapi itu semua. Setelah bertemu dengan orang-orang miskin dalam kegiatan HOM, para novis CM diingatkan bahwa panggilannya adalah mencintai dan melayani orang miskin. St. Vinsensius mengatakan “kita telah dipilah Allah sebagai alat kasihNya, yang berkehendak meraja dalam diri orang miskin”. Pelayanan kepada orang miskin ini harus terus dilanjutkan, karena “kasih itu tidak bisa tinggal diam, tetapi menggerakkan kita untuk keselamatan dan penghiburan orang lain”. Vinsensius menghendaki pelayanan kepada orang miskin itu harus efektif, berguna bagi keselamatan jasmani dan rohani orang miskin. Mencintai orang miskin itu tidak cukup hanya dalam kata-kata, tetapi harus nyata dalam tindakan. Karena itu, dalam kegiatan HOM, para novis diminta untuk menjadi teman bagi orang miskin, membantu menjualkan koran, atau memilah-milah barang-barang yang telah dikumpulkan oleh para pemulung.
“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina ini engkau lakukan untuk aku” (bdk Mat 25: 45). St. Vinsensius meyakini sabda Tuhan Yesus itu. Ia percaya bahwa orang miskin adalah gambar Tuhan Yesus, yang memilih menjadi miskin dan menyatakan diriNya dalam diri orang miskin. Berdasarkan iman ini para novis CM diajak untuk melihat Tuhan Yesus dalam diri saudara-saudarinya yang menjadi pemulung, pengamen, penjual koran, dan pengemis. Sebagaimana mereka mencintai Kristus yang tersalib, yang hidupNya dicurahkan untuk manusia, begitu pula mereka harus mencintai dan melayani saudara-saudari mereka yang miskin, yang di dalam diri mereka Kristus hadir. Di kemudian hari ketika frater-frater ini ditahbiskan, mereka menjadi imam-imam yang mencintai orang miskin. (Rm. Iwan, CM)
Rabu, 27 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

1 komentar:
artikel berjudul"Kontak dengan orang pinggiran" adalah sebuah artikel yang menggugah banyak orang, karena zaman modern ini manusia berlomba-lomba untuk mendapatkan banyak uang, sehingga manusia menjadi lupa akan sesamanya. ini ada lah sebuah realita hidup zaman ini. namun saya kurang setuju kalau program para frater Novis CM itu sekadar mendampingi dan bukan menjadi orang miskin. saya mengusulkan program itu lebih didalami maknanya karena menurut saya, kita kurang tepat kalau hanya mendampingi orang miskin, alangkh baiknya jikalau 'menjadi' orang miskin supaya pengalaman itu lebih mengikat sepanjang hidup kita. terima kasih.
Posting Komentar